lapor Pak,Saya Habis Ditipu Beli Handphone Atas Nama Toko Sentra Ponsel

webhosting
1,862 tayangan
diinformasikan 8 Okt 2015 dalam Penipuan Media Sosial oleh syafrizal
diedit 31 Okt 2015 oleh ADMINISTRATOR
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saya korban penipuan online Facebook. akun penipu atas nama Sentra Ponsel m.facebook.com/pusat.perbelanjaan.original?fref=nf&pn_ref=story&refid=17&_ft_=top_level_post_id.832156460177580%3Atl_objid.832154413511118%3Athid.100001497026514%3A306061129499414%3A69%3A1420099200%3A1451635199%3A3113373920047724914&__tn__=C

Saya ingin mebeli Hp Sony Xperia Z ultra.
karena saya sering pantau akun itu selama 2 bulan lebih dan saya mulai yakin dengan komentar orang yang berpura-pura menjadi pelangan nya. jadi saya betanya bagai mana cara pembelian-nya lewat inbox fb trus saya di suruh daftar dengan format data nama dan alamat saya ke no.085222245739
jadi pada hari rabu 07 ockober 2015 saya tranfer uang sebesar 1.800.000 ke Bank BRI a/n MISNAN rek.0942-01-023076-53-3 trus saya kasi kabar ke no hp di atas bahwa uangya sudah saya kirim kebetulan atm saya pakai tidak keluar lampiran tranfer ( mungkin atm nya kertas lampiran nya sudah habis ) saya inbox fb dia minta dia suruh cek langsung ke atm. kata nya sudah masuk. dan katanya kalau sudah di kirim di kabari jadi tadi pagi dia memberikan no petugas.jne 082338185319 jadi saya telpon minta no resinya katanya lewat sms aja saya tunggu sms dari dia tidak ada jawaban sampai sekarang. saya telpon lagi malah di tolak. saya telpon si penjual hp tidak di angkat saya juga sms juga gak bilas. bahkan Facebook nya tidak online seharian. biasanya tiap saat online.

penipu mengaku ber Alamat Kompleks Nagoya HILL,
jln.bunga raya, no.77 gan
indo mobile batam.

NO HP. 085222245739
             082338185319
NAMA FB. Sentra Ponse (Always Original) / www.m.facebook.com/pusat.perbelanjaan.original/about?refid=17

Saya mohon Buat Bapak Polisi Untuk mendindak lanjuti supaya tidak terjadi korban lagi karena akun dan no hpnya tetap aktif.
1.800.000
dikomentari 8 Okt 2015 oleh Anonymous User
Akun Tersebut..

https://www.facebook.com/pusat.perbelanjaan.original

Saat Ini Tidak Tersedia..
Ada Beberapa Kemungkinan.. Ditutup Sementara Oleh Si Pemiliknya, Atau Di Tutup Oleh Pihak Facebook Atas Dasar Laporan Dari Pengguna Lain.
dikomentari 8 Okt 2015 oleh syafrizal
ada 1 lagi dengan data yg sama dengan no hp yg sama juga

https://m.facebook.com/pusat.perbelanjaan.barang.original?v=timeline
dikomentari 9 Okt 2015 oleh Anonymous User
Ada Baiknya Segera Ambil Tindakan Dengan Datang Langsung Ke Kantor Polisi Untuk Melaporkan Kejadian Tersebut, Dengan Membawa Bukti Yang Ada.. Agar Dapat Di Tindak Lanjuti.
dikomentari 10 Okt 2015 oleh syafrizal
tu pak akun nya sudah aktif lagi pasti cari korban lagi.
dikomentari 6 Des 2016 oleh Khaerudin
Ya memang banyak sekali modus penipuan di media sosial.. kita harus bisa berhati2 untuk memilih. Gara2 modus seperti yang telah terjadi membuat rugi untuk orang lain yang benar2  usaha lewat online yang jujur. https://pariwisatakepulauanseribu.wordpress.com
Bagikan laporan ini

3 Tanggapan

dijawab 9 Okt 2015 oleh Fey Down MODERATOR
Kepada Bapak Syafrizal,

Kami turut prihatin atas penipuan yang terjadi pada Bapak. Diberbagai media sudah sering diberitakan tentang Penipuan Online Shop, namun sayang hingga saat ini korban terus saja berjatuhan.

Sebagai pelengkap jawaban kami, terlampir kasus yang pernah kami bahas sebelumnya. Semoga membantu.

http://laporpolisi.com/365/penipuan-online-shop

Demikian jawaban kami,

Salam
dijawab 10 Okt 2015 oleh Bayu Suseno Kontributor
diedit 28 Okt 2015 oleh ADMINISTRATOR

Yth Saudara Syafrizal...

untuk kasus penipuan online, Polri menganut teori Locus Delicti yaitu teori tentang lokasi dimana kejahatan itu terjadi atau lokasi dimana akibat dari kejahatan itu terjadi

Sebagai contoh misalkan korban berdomisili di jakarta, saat terjadi penipuan online, korban mentransfer uang tersebut melalui ATM atau m-banking di jakarta. Maka korban bisa melaporkan kasus penipuan online tersebut ke kantor polisi terdekat, disarankan agar melapor ke Direktorat Kriminal Khusus yang ada di Polda Metro Jaya.

Contoh lain, korban berdomisili di jakarta, saat terjadi penipuan online, korban sedang berada di Semarang, korban mentransfer uang melalui ATM atau m-banking di Semarang. Maka korban melaporkan kasus penipuan online tersebut ke Direktorat Kriminal Khusus di Polda Jawa Tengah, bukan di Polda Metro Jaya

Nah, untuk membuat Laporan Polisi atas kasus penipuan online tersebut, dilakukan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang ada di Polda. Layanan SPKT ini buka selama 24 Jam, jadi kapanpun bisa menerima Laporan atau Pengaduan dari masyarakat. Mekanisme nya ada DISINI

Layanan di SPKT ini bersifat offline, artinya apa? Pelapor harus datang sendiri ke SPKT karena ada beberapa form yang harus diisi langsung oleh pelapor/korban. Selain itu, sebelum diterbitkan Laporan Polisi, maka pelapor akan diikutsertakan dalam Gelar Perkara yang dilaksanakan oleh Ka Siaga atau petugas piket yang ada di SPKT tersebut.

Syarat-syarat yang harus dilengkapi adalah sebagai berikut :

1. KTP atau Kartu Identitas lainnya yang masih berlaku

2. Bukti percakapan antara korban dengan pelaku (bisa berupa print out BBM messages, WA, SMS dan lain-lain), caranya bagaimana? Percakapan tersebut anda capture lalu anda print dan diurutkan sesuai dengan urutan percakapan mulai dari awal hingga terjadinya penipuan tersebut

3. Bukti transfer (bisa berupa slip transfer bank, print out transfer melalui ATM atau bukti berupa sms dari m-banking)

4. Bukti berupa kata-kata bohong, yaitu foto barang yang dijanjikan akan dikirim (bila ada)

5. Apabila anda didampingi oleh pengacara atau penasihat hukum, jangan lupa buat Surat Kuasa atau Surat Penunjukan Penasihat Hukum karena surat kuasa atau surat penunjukan ini biasanya akan diminta oleh petugas di SPKT

6. Setelah laporan anda diterima dan dinyatakan lengkap, nanti anda akan diberi form Laporan Polisi model B. Namun apabila laporan anda dinyatakan belum lengkap, maka anda akan diberi Tanda Bukti Penerimaan Pengaduan. Kalau menurut saya, antara Laporan Polisi atau Tanda Bukti Penerimaan Pengaduan itu sama saja yang penting laporan/atau pengaduan sudah diterima oleh pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Untuk lebih banyak mengetahui modus-modus penipuan baik modus online maupun offline, silakan kunjungi web saya DISINI

Semoga jawaban ini bermanfaat...dan semoga kasus ini dapat segera ditindaklanjuti oleh Polda setempat. Amin yaa rabbal alamin...

dijawab 10 Okt 2015 oleh Bayu Suseno Kontributor
Tambahan...

Untuk Facebook juga ada fasilitas untuk melaporkan akun yang dinilai melanggar Kebijakan Facebook, jadi kemungkinan akun tersebut sudah diblokir oleh Facebook karena ada pengguna lain yang melaporkan ke facebook bahwa akun tersebut digunakan untuk melakukan penipuan. Semoga bermanfaat..
dikomentari 10 Okt 2015 oleh syafrizal
tapi akun itu mulai aktif lagi pak

Informasi Modus Penipuan Dan Kejahatan terkait

1 tanggapan 187 tayangan
Situs ini adalah media sosial online independent sharing berbagai macam informasi berita kriminal (cyber crime) yang terjadi dan melanda di dunia maya internet. Terima kasih atas kontribusi semua di media sosial online ini dan semoga bermanfaat, amiin...
...